Kamis, 06 September 2012

Pemberangkatan Relawan Shift Pertama

Pelepasan pemberangkatan 5 (lima) relawan shift pertama yang akan bertugas di posko gabungan bencana Parigi diiringi  doa bersama yang dipimpin oleh bapak Saiful selaku koordinator relawan dengan penuh khidmat.
Pemberangkatan relawan shift pertama ini bertujuan untuk menggantikan relawan yang sudah cukup lama bertugas di lokasi bencana. Yang terpenting adalah sebagai bahan pembelajaran dan pengalaman baru  khususnya untuk mahasiswa yang baru bergabung menjadi relawan.
    

Pengangkutan Bantuan Bencana Parigi

Semua jenis bantuan yang yang telah dikemas di Posko Palu siap diberangkatkan bersamaan dengan 5 (lima) orang relawan shift pertama, mengawal bantuan sampai ke Pos gabungan yang ada di desa Boyantongo kecamatan Parigi Selatan kabupaten Parigi Moutong.
Satu persatu bantuan dinaikan ke mobil sembari diatur sesuai dengan berat dan jenisnya. 
Jenis Bantuan yang akan diberangkatkan bersama relawan shift pertama ini terdiri dari :
1. Beras 
2..Air mineral 
3. Sayur-mayur
4. Rempah-rempah 
5. Minyak tanah
6. Pakaian Bayi, anak-anak, dewasa laki-laki dan perempuan.
Selain distribusi pakaian, bantuan distribusi makanan dari dapur umum menjadi tugas relawan posko gabungan di lokasi bencana.      


Aksi Kumpul Recehan Sumbangan Bencana Parigi


Kegiatan relawan posko palu dalam mengumpulkan recehan sumbangan dengan menempatkan Dus yang bertuliskan "Sumbangan Bencana Alam Parigi" di kios Amanah depan posko yang ramai pembelinya, ternyata belum maksimal, para pembeli yang singgah di kios Amanah untuk berbelanja enggan memberikan recehan sumbangannya karena Dus sumbangan tersebut tidak ada yang menunggui atau menjaganya..   

Rabu, 05 September 2012

Kelola Bantuan Sandang dan Pangan untuk Korban Bencana Parigi

Posko Tanggap Bencana Parigi Moutong di Palu terdiri dari relawan Staf Yayasan Merah Putih dan Relawan Mahasiswa Untad yang dikoordinir oleh bapak Saiful selaku koordinator  Divisi kebencanaan dan Filantropi Yayasan Merah Putih. Semua bekerja mengumpulkan bantuan sandang dan pangan yang untuk dikirim ke posko gabungan di lokasi bencana Parigi. 
Karung plastik yang berisi pakaian bayi,anak-anak dan dewasa, baik laki-laki maupun perempuan dipisah-pisahkan untuk mempermudah kawan-kawan relawan di posko gabungan Parigi dalam mendistribusikan ke masyarakat yang membutuhkannya.      
Begitupun beras, air mineral, lauk-pauk, rempah-rempah dan minyak tanah  bantuan dari masyarakat Palu yang peduli, semua ditur dan dikemas dengan baik agar mempermudah pengiriman ke tempat tujuan.   

YMP, ACT, MS Radio dan Relawan Mahasiswa

Diskusi di Posko Palu yang dihadiri relawan Dony Aryanto Dony Aryanto dari ACT, Fitri dari MS Radio dan para relawan mahasiswa Untad, memberikan gambaran kondisi, situasi masyarakat korban pasca bencana banjir bandang di Parigi. Dan Jenis kebutuhan bantuan untuk meringankan beban masyarakat korban bencana Parigi.
Posko besama di lokasi bencana selain mendistribusikan sandang juga membuka dapur umum untuk menyediakan pangan untuk masyarakat korban bencana dengan bantuan relawan yang ada.  

  

Posko Relawan Kemanusiaan Sulteng

Untuk merespon peristiwa Banjir bandang di kabupaten Parigi Moutong. Devisi Kebencanaan dan Filatropi Yayasan Merah Putih membuka Posko Kemanusiaan Bantuan Bencana Banjir Bandang Parigi Moutong. 
Pembuatan Posko bantuan bencana ini bekerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang punya segudang pengalaman dalam mengelola bantuan kebencanaan. 
Posko gabungan ada  di lokasi bencana Parigi. sedang posko Palu ada di Jl. Tadulako II. No. 11 Kelurahan Palupi kecamatan Palu Selatan. 

Selasa, 04 September 2012

Banjir Bandang di Kabupaten Parigi Moutong


Sumber Foto : FB:Anton Lolomaya
Banjir Bandang terjadi 25 Agustus 2012, memporak-porandakan beberapa desa yang ada di Kabupaten Parigi Moutong yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Peristiwa itu  menyisahkan puing-puing kehancuran dan kepedihan buat masyarakat yang ditimpa  bencana. Mereka terpakasa harus tinggal di pengusian menunggu bantuan yang datang dari semua pihak yang peduli akan nasib mereka. 


Mungkin hari ini mereka yang kita bantu, tidak menutup kemungkinan esok atau lusa kita yang akan dibantu. Untuk itu selagi masih ada waktu marilah kita bantu meringankan beban penderitaan mereka.